Kesesatan LDII - Ngaji Tidak Mau Memakai Masjid Orang Lain
Sudah sering aku mendengar bagaimana beberapa warga keberatan dengan dibangunnya masjid-masjid oleh warga LDII. Sampai-sampai beberapa bangunan Alloh ini dihancurkan massa. Alasannya beragam, dari mulai kenapa tidak mau memakai masjid yang lain yang sudah ada, mengajarkan ajaran sesat, bersifat eksklusif, dan lain-lain.
Sebenarnya semua hal tersebut bisa ditanyakan langsung ke pengajian LDII setempat, apakah benar seperti anggapan mereka atau tidak. Tapi biasanya warga islam sendiri yang anarkis menghancurkan masjid saudaranya dengan luapan emosi dan mohon maaf kurang rasional. Sungguh hal yang ironi mengingat agama non Islam melihat tersebut sangat kontradiktif dengan Islam yang penuh kasih sayang.
Apakah kami pernah menghancurkan musholla atau masjid aliran lain? Wah, maaf pak/bu, takut kualat kita! masak bangunannya Alloh, tempat untuk ibadah pada Alloh, dihancurkan. Masya Alloh.
Sebenernya bila dilihat secara logika saja dan rasional, mestinya warga bisa melihat betapa padatnya kegiatan warga LDII. Setidaknya tempatku saja mengadakan pengajian tiap malam 4x, belum lagi pengajian untuk anak kecil pagi dan sore. Masjid yang kami pakai sangat padat pemakaiannya hampir setiap hari. Nah kira-kira pengurus masjid yang lain keberatan tidak dengan aktifitas kami yang padat itu?
Alih-alih menawarkan masjid mereka untuk mempersilahkan warga LDII memakainya untuk pengejian sehari-hari, yang ada adalah langsung serbu, tawur dan hancurkan. Sedangkan penzina, tukang palak, tukang mabuk, dan para pendosa lainnya dijalan-jalan dibiarkan begitu saja tanpa amar maruf. Apa gak kebalik toh?
Intinya, aku sendiri ingin sekali anda semua non LDII bisa bertanya, ngobrol, saling curhat dengan kami untuk mengenal lebih jauh kami. Aku punya teman dari berbagai aliran, berbagai latar belakang, dan hal itu tidak pernah menghalangi aku untuk bergerak maju membangun masyarakat dengan warga lain non LDII.
Bila memang ada yang kurang sesuai dari kami, bicaralah dengan baik.. bicara dengan hati dan ucapkan dengan bibir, bukan dengan tonjokan dan palu gada. Apa gak cape berseteru terus sedangkan kerusakan jaman semakin terlihat didepan mata?







0 Response to "Kesesatan LDII - Ngaji Tidak Mau Memakai Masjid Orang Lain"
Posting Komentar